Sistem Manajemen Mutu Laboratorium IPA
Sistem Manajemen Mutu Laboratorium IPA
Sistem manajemen mutu laboratorium dibutuhkan untuk tujuan memberikan penjelasan terhadap kegiatan berbeda yang dilaksanakan dalam laboratorium. Dengan adanya prosedur, maka sistem manajemen mutu yang efektif dikembangkan, diterapkan dan dipelihara oleh masing-masing fungsi manajemen atau bagian yang ada. Prosedur dalam beberapa istilah disebut juga SOP (standard operating procedure), prosedur operasi, prosedur mutu, prosedur pelaksanaan, panduan prosedur, merupakan suatu rangkaian atau tahapan dalam suatu kegiatan tertentu yang bertujuan untuk memberi petunjuk bagi personil bagaimana kebijakan dan sasaran sistem manajemen mutu yang tertuang dalam panduan mutu harus dilaksanakan dan dicapai. Dengan kata lain prosedur adalah cara tertentu untuk melaksanakan suatu kegiatan atau proses.
Prosedur yang dimiliki oleh suatu laboratorium tergantung dari besar atau kecilnya organisasi laboratorium serta ruang lingkup pengujian yang dilakukan. Hal ini disebabkan prosedur berisi seluruh kegiatan operasional laboratorium yang ada dari masing-masing bagian dan menguraikan apa yang dilaksanakan. Apabila prosedur diterapkan, maka hasilnya harus dicatat secara tepat dan teliti, serta dievaluasi secara berkesinambungan dan diambil tindakan perbaikan yang cepat dan tepat apabila ditemukan ketidaksesuaian.
Secara umum prosedur menjabarkan tentang:
Apa yang harus dilaksanakan;
Siapa yang melaksanakan;
Dimana kegiatan tersebut dilaksanakan;
Mengapa harus dilaksanakan;
Kapan dilaksanakan (jika diperlukan);
Tanggung jawab, wewenang dan hubungan kerja antara personil yang mengatur, melaksanakan dan menverifikasi;
Dokumentasi yang terkait serta rekaman mutu dan/atau rekaman teknis yang harus dipelihara; dan
Bagaimana kegiatan yang berbeda harus dilaksanakan.
Adapun unsur-unsur prosedur sekurang-kurangnya berisi:
Tujuan
Memberikan gambaran atau informasi serta alasan dibuatnya prosedur terkait;
Ruang lingkup
Menyebutkan penerapan, kegunaan dan pada bagian mana prosedur harus dimplementasikan;
Acuan
Menyebutkan daftar referensi yang digunakan dalam prosedur yang bersangkutan;
Definisi
Memberikan batasan istilah dan mendefinisikan kata-kata yang penting dalam prosedur;
Tanggung jawab
Menyebutkan fungsi jabatan dalam posisi organisasi yang bertanggung jawab menerapkan prosedur;
Tahapan
Menyebutkan tahap demi tahap secara detail tentang siapa, apa, kapan dan dimana segala aspek dalam prosedur yang terkait dalam kegiatan operasional laboratorium dengan cara sistematis;
Rekaman
Menjabarkan segala sesuatu kegiatan yang harus direkam berkaitan dengan penerapan prosedur yang bersangkutan termasuk waktu simpan rekaman serta personil yang harus memusnahkannya;
Lampiran
Menjabarkan sistem pemeliharaan prosedur yang disimpan dalam bentuk elektronik atau cetakan serta contoh-contoh formulir atau dokumen pendukung terkait yang harus diacu.
Prosedur sistem manajemen mutu laboratorium yang disyaratkan oleh ISO/IEC 17025: 2005, sekurang-kurangnya, adalah sebagai berikut:
Independensi Laboratorium dan Perlindungan Hak Pelanggan;
Pengendalian Rekaman dan Dokumen Sistem Manajemen Mutu;
Kaji Ulang Permintaan, Tender dan Kontrak Serta Subkontrak Pengujian;
Evaluasi Pemasok dan Pembelian;
Pelayanan Kepada Pelanggan dan Penyelesaian Pengaduan;
Pekerjaan Pengujian yang Tidak Sesuai dan Peningkatan Berkelanjutan;
Tindakan Perbaikan dan Pencegahan;
Audit Internal Laboratorium;
Kaji Ulang Manajemen;
Pengembangan Personil Laboratorium;
Pengendalian Kondisi Akomodasi dan Lingkungan Pengujian;
Pemilihan, Pemutakhiran dan Validasi Metode Pengujian;
Perhitungan Estimasi Ketidakpastian Pengujian;
Pengelolaan Peralatan dan Bahan Acuan;
Pengambilan Sampel dan Pengelolaan Sampel;
Pengendalian Mutu Hasil Pengujian dan Uji Banding Antar Laboratorium;
Laporan Hasil Pengujian;
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta Pengelolaan Limbah Laboratorium.
Prosedur K3 dan pengelolaan limbah laboratorium bukan bagian persyaratan ISO/IEC 17025: 2005 namun merupakan persyaratan PERMENLH 06 Tahun 2009 tentang laboratorium lingkungan.
Adapun tahapan proses penyusunan prosedur sistem manajemen mutu, adalah sebagai berikut:
Menentukan personil yang kompeten dari masing-masing bagian yang terlibat dalam pembuatan prosedur;
Membuat ringkasan kegiatan dari masing-masing bagian tersebut, penggunaan bagan alir akan dapat membantu;
Membuat konsep prosedur yang akan dibuat dengan memperhatikan kebijakan dan sasaran mutu yang tertuang dalam panduan mutu serta persyaratan untuk bagian tersebut;
Memverifikasi konsep prosedur tersebut serta uji coba pelaksanaannya;
Persetujuan dan pengesahan oleh personil yang berwenang dalam hal ini manajer mutu, apabila prosedur tersebut dapat diterapkan dalam kegiatan operasional laboratorium.
Dengan demikian, prosedur harus memberikan keyakinan bahwa semua kegiatan operasional laboratorium yang dilaksanakan selaras dengan kejujuran teknis dan komersial, tingkat ketelitian serta ketepatan yang diketahui, dan kemampuan untuk dapat ditelusuri kembali.
Dalam hal ini ada beberapa hal yang perlu kita diskusikan
Apa kendala yang anda dihadapi dalam mengelola mutu manajemen Labor IPA sekolah ?
Langkah apa yang anda lakukan untuk mengatasi permasalahan mutu manajemen labor IPA sekolah ?
Apa peran utama Kepala Labor IPA sekolah berkaitan dengan manajemen mutu tersebut ?
Sistem manajemen mutu laboratorium dibutuhkan untuk tujuan memberikan penjelasan terhadap kegiatan berbeda yang dilaksanakan dalam laboratorium. Dengan adanya prosedur, maka sistem manajemen mutu yang efektif dikembangkan, diterapkan dan dipelihara oleh masing-masing fungsi manajemen atau bagian yang ada. Prosedur dalam beberapa istilah disebut juga SOP (standard operating procedure), prosedur operasi, prosedur mutu, prosedur pelaksanaan, panduan prosedur, merupakan suatu rangkaian atau tahapan dalam suatu kegiatan tertentu yang bertujuan untuk memberi petunjuk bagi personil bagaimana kebijakan dan sasaran sistem manajemen mutu yang tertuang dalam panduan mutu harus dilaksanakan dan dicapai. Dengan kata lain prosedur adalah cara tertentu untuk melaksanakan suatu kegiatan atau proses.
Prosedur yang dimiliki oleh suatu laboratorium tergantung dari besar atau kecilnya organisasi laboratorium serta ruang lingkup pengujian yang dilakukan. Hal ini disebabkan prosedur berisi seluruh kegiatan operasional laboratorium yang ada dari masing-masing bagian dan menguraikan apa yang dilaksanakan. Apabila prosedur diterapkan, maka hasilnya harus dicatat secara tepat dan teliti, serta dievaluasi secara berkesinambungan dan diambil tindakan perbaikan yang cepat dan tepat apabila ditemukan ketidaksesuaian.
Secara umum prosedur menjabarkan tentang:
Apa yang harus dilaksanakan;
Siapa yang melaksanakan;
Dimana kegiatan tersebut dilaksanakan;
Mengapa harus dilaksanakan;
Kapan dilaksanakan (jika diperlukan);
Tanggung jawab, wewenang dan hubungan kerja antara personil yang mengatur, melaksanakan dan menverifikasi;
Dokumentasi yang terkait serta rekaman mutu dan/atau rekaman teknis yang harus dipelihara; dan
Bagaimana kegiatan yang berbeda harus dilaksanakan.
Adapun unsur-unsur prosedur sekurang-kurangnya berisi:
Tujuan
Memberikan gambaran atau informasi serta alasan dibuatnya prosedur terkait;
Ruang lingkup
Menyebutkan penerapan, kegunaan dan pada bagian mana prosedur harus dimplementasikan;
Acuan
Menyebutkan daftar referensi yang digunakan dalam prosedur yang bersangkutan;
Definisi
Memberikan batasan istilah dan mendefinisikan kata-kata yang penting dalam prosedur;
Tanggung jawab
Menyebutkan fungsi jabatan dalam posisi organisasi yang bertanggung jawab menerapkan prosedur;
Tahapan
Menyebutkan tahap demi tahap secara detail tentang siapa, apa, kapan dan dimana segala aspek dalam prosedur yang terkait dalam kegiatan operasional laboratorium dengan cara sistematis;
Rekaman
Menjabarkan segala sesuatu kegiatan yang harus direkam berkaitan dengan penerapan prosedur yang bersangkutan termasuk waktu simpan rekaman serta personil yang harus memusnahkannya;
Lampiran
Menjabarkan sistem pemeliharaan prosedur yang disimpan dalam bentuk elektronik atau cetakan serta contoh-contoh formulir atau dokumen pendukung terkait yang harus diacu.
Prosedur sistem manajemen mutu laboratorium yang disyaratkan oleh ISO/IEC 17025: 2005, sekurang-kurangnya, adalah sebagai berikut:
Independensi Laboratorium dan Perlindungan Hak Pelanggan;
Pengendalian Rekaman dan Dokumen Sistem Manajemen Mutu;
Kaji Ulang Permintaan, Tender dan Kontrak Serta Subkontrak Pengujian;
Evaluasi Pemasok dan Pembelian;
Pelayanan Kepada Pelanggan dan Penyelesaian Pengaduan;
Pekerjaan Pengujian yang Tidak Sesuai dan Peningkatan Berkelanjutan;
Tindakan Perbaikan dan Pencegahan;
Audit Internal Laboratorium;
Kaji Ulang Manajemen;
Pengembangan Personil Laboratorium;
Pengendalian Kondisi Akomodasi dan Lingkungan Pengujian;
Pemilihan, Pemutakhiran dan Validasi Metode Pengujian;
Perhitungan Estimasi Ketidakpastian Pengujian;
Pengelolaan Peralatan dan Bahan Acuan;
Pengambilan Sampel dan Pengelolaan Sampel;
Pengendalian Mutu Hasil Pengujian dan Uji Banding Antar Laboratorium;
Laporan Hasil Pengujian;
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta Pengelolaan Limbah Laboratorium.
Prosedur K3 dan pengelolaan limbah laboratorium bukan bagian persyaratan ISO/IEC 17025: 2005 namun merupakan persyaratan PERMENLH 06 Tahun 2009 tentang laboratorium lingkungan.
Adapun tahapan proses penyusunan prosedur sistem manajemen mutu, adalah sebagai berikut:
Menentukan personil yang kompeten dari masing-masing bagian yang terlibat dalam pembuatan prosedur;
Membuat ringkasan kegiatan dari masing-masing bagian tersebut, penggunaan bagan alir akan dapat membantu;
Membuat konsep prosedur yang akan dibuat dengan memperhatikan kebijakan dan sasaran mutu yang tertuang dalam panduan mutu serta persyaratan untuk bagian tersebut;
Memverifikasi konsep prosedur tersebut serta uji coba pelaksanaannya;
Persetujuan dan pengesahan oleh personil yang berwenang dalam hal ini manajer mutu, apabila prosedur tersebut dapat diterapkan dalam kegiatan operasional laboratorium.
Dengan demikian, prosedur harus memberikan keyakinan bahwa semua kegiatan operasional laboratorium yang dilaksanakan selaras dengan kejujuran teknis dan komersial, tingkat ketelitian serta ketepatan yang diketahui, dan kemampuan untuk dapat ditelusuri kembali.
Dalam hal ini ada beberapa hal yang perlu kita diskusikan
Apa kendala yang anda dihadapi dalam mengelola mutu manajemen Labor IPA sekolah ?
Langkah apa yang anda lakukan untuk mengatasi permasalahan mutu manajemen labor IPA sekolah ?
Apa peran utama Kepala Labor IPA sekolah berkaitan dengan manajemen mutu tersebut ?
terima kasih....
BalasHapusmenjawab soal nmor 3 Apa peran utama Kepala Labor IPA sekolah berkaitan dengan manajemen mutu tersebut ?
1. Memimpin dan mengkoordinasikan seluruh kegiatan laboratorium.
2. Melakukan perencanaan dan pengembangan laboratorium.
3. Mengelola tenaga laboratorium
4. Memantau pemanfaatan sarana dan prasarana yang ada di laboratorium
5. Memberikan evaluasi terhadap hasil kinerja para anggota laboratorium.
Menanggapi pertanyaan ketiga yaitu Apa peran utama Kepala Labor IPA sekolah berkaitan dengan manajemen mutu tersebut ?
BalasHapusMerencanakan kegiatan dan pengembangan laboratorium IPA, Mengelola kegiatan laboratorium IPA, Membagi tugas teknisi dan laboran laboratorium IPA, Memantau sarana dan prasarana laboratorium IPA, dan Mengevaluasi kinerja teknisi dan laboran serta kegiatan laboratorium IPA
Salam
Agung Laksono
Menurut pendapat saya peran Kepala Labor IPA sekolah sangat berkaitan dengan manajemen mutu labor karena dengan kepemimpinan dan pengelolaan yang baik dari kepala labor maka mutu labor akan meningkat
BalasHapusSaya mencoba menanggapi pertanyaan no 3.
BalasHapusmerencanakan dan memenuhi fasilitas kegiatan di laboratorium IPA, Fasilitator untuk kegiatan pembelajaran, Panutan bagi teknisi / laboran ,Penganggungjawab utama atas semua kegiatan yang dilaksanakan di laboratorium IPA.
Terima kasih
Saya akan menjawab pertanyaan nomor 1,
BalasHapus1. Fasilitas labor yang kurang memadai
2. Perangkat administrasi yang belum memenuhi standar pengelolaan laboratorium
3. Tidak tersediannya laboran , jadi pengelolaan dipegang oleh guru mata pelajaran
4. Banyak peralatan yang rusak dan tidak diperbaiki
Mwnaggapi pertanyaan no 3, tugas utama kepala laboratorium yaitu Melaksanakan sistem manajemen mutu berbasis ISO dalam pelaksanaan program kerja laboratorium .
BalasHapusMenjalankan fungsi kepemimpinan dengan menetapkan kebijakan mutu untuk mewujudkan visi, melaksanakan misi, mencapai tujuan dan sasaran melalui strategi yang dikembangkan.
peran kepala laboratorium secara umum adalah untuk menjaga mutu dan memastikan SOP berjalan dengan baik didalam laboratorium tersebut. Terima kasih
BalasHapusMenanggapi pertanyaan noor 3, kepala lab bertugas mengontrol sluruh aspek lab, dan melakukan evaluasi perta perbaikan terhadap keurangan2 yg terjadi di lab
BalasHapus